who said writing shorter takes less effort and less time X(
it was kind of hard cutting things here and there while you want to talk a damn lots of things.
anyways I finished it finally, hope it got through :D want to go to Silicon Valley so bad :)
I’m Alvi, an IT student. IT’s always been my passion, so is business. To harmonize them, I took a 10-months exchange program studying Business and IT at University of Boras, Sweden.
I like to be with people so I got involved in many activities including entrepreneurship activities. I did simple businesses since high school and joined entrepreneurship department at university’s student association where I met local businessmen and learnt a lot from them.
Some activities also require leadership skills. My best experience of leadership was when I had to prepare Indonesian dance performance, where nobody had any experience. But through having regular practice and creating bond within the team, the performance was successful and did second performance to larger audience.
On May 2010 my friends and I established a startup called SimpleoIT, where we want to deliver our IT skills to meet the demand in real world, such as web and software design. Currently I am leading a software design project. I dream to take this company to be professional IT service as well as center for creativity.
My life’s goal is to experience the blend of business and ICT academically and practically. I’d like to learn business innovation at this event, at the home of IT company giants, and take the knowledge back to my company and community. I’d like to initiate ASES branch in my university. I’d also like to contribute my knowledge about entrepreneurship and business potentials in Indonesia particularly my city Yogyakarta to this event.
nowandthehereafter:
1. Ask with absolute resolve, and believe with certainty that your dua will be answered.
The Prophet sallallaahu alaihi wa salaam said: “ When one of you makes dua he should not say, ‘O Allaah, forgive me if you wish, have mercy on me if you wish, give me…
(Source: abdurrahman.org)
150% Speed and Pitched Rihanna - Disturbia. Isn’t it so kyutttzzz :3
The music doesn’t belong to me.
Berikut ini adalah kisah nyata yang saya alami sendiri.
Jadi ceritanya, saya rutin senam aerobik di sebuah sanggar yang saya ga perlu menyebutkan namanya. Peserta senam aerobik di sana memang perempuan semua, dan tempatnya pun tertutup, sehingga kebanyakan peserta memilih memakai pakaian senam yang pendek-pendek dan tanpa jilbab, mungkin lebih nyaman memang untuk bergerak, walaupun aslinya kalau “di luar ruangan” mereka mengenakan full jilbab.
Pagi ini saya senam seperti biasa. Beberapa hari ini memang saya lihat ada seorang ibu separuh baya yang sedikit “nyentrik” dari pakaian dan tingkahnya. Beliau berpakaian bak anak muda, “gahoel” gitu. Nah yang mengejutkan adalah setelah senam berakhir tiba-tiba beliau mengeluarkan HP dan berfoto-foto narsis (nggak sekali doang!) di mana backgroundnya adalah peserta senam yang masih mengenakan “kostum senam”nya.
Saya merinding. Saya yakin di antara teman-teman yang hadir ada beberapa yang berjilbab. Bagaimana kalau nggak sengaja tanpa sepengetahuan mereka, mereka terfoto? X( Bagaimana kalau ibu gahoel ini meng-upload fotonya ke dunia maya? X(
Saya diajarkan kalau dalam Surat An-Nur 30-31 yang artinya
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).
kalau diteliti lagi ternyata “wanita-wanita” yang boleh melihat aurat seorang muslimah itu adalah hanya muslimah lain.
Dengan kisah yang saya alami hari ini, saya bisa sedikit menyimpulkan, kalau menjaga aurat di depan wanita non-muslim itu bukan karena kita membeda-bedakan atau apa, tetapi ternyata karena non-muslim masih ada yang kurang mengerti bagaimana seorang muslimah menjaga aurat.
Wallahu a’lam.
Malam hening…
Terasa sepi.. Cahya rembulan
terangi dunia..
Ku bersujud..
Di hadapan Mu, Tuhan semesta…
Ku mohon padamu..
Rabbi… Ampuni sgala dosa dosaku
Rabbi… Ampuni kedua orangtuaku
Rabbi… Kasihilah mereka berdua
seperti keduanya.. Sayangiku di masa kecil
sung by one of Bimbo’s child or more
cant find it anywhere, while its a good childhood memory :(